Friday, November 22, 2013

LAGU LAMA DARI NEGERI PARA PEMBUAL.

Tiba-tiba saja banyak dari mereka yang mengaku orang-orang susah (dulunya).

Tiba-tiba saja banyak dari mereka yang mengaku anak-anak Petani (dulunya).

Tiba-tiba saja ada yang mengaku biaya Study keluar negerinya "cuma" bermodal 5.000 Dolllar Amerika dan bertahan hidup dengan jadi pencuci piring....

Tiba-tiba saja negeri ini dipenuhi oleh cerita muram para tokoh (yang akan men "tokohkan"), perjuangan hidup masa mudanya, "kedekatan" dengan kemiskinan.

Tiba-tiba pamer kaki diatas lumpur sawah.
Bukankah keharian kaki-kaki itu setiap saat melintas diatas lantai Marmer rumahnya yang bagai Istana ?

Tiba-tiba ada tangan menenteng bungkusan " kantong kresek" berisi sayuran di Pasar Tradisional yang kumuh dan bau.
Bukankah mereka selama ini menenteng "barang-barang mewah buatan luar negeri", ber shoping ria di Mall-mall mewah ?.

Dan ada pula Jendral-Jendral yang bergelimang harta, kemudian tiba-tiba mengaku sebagai "Parjurit yang sederhana".

Ada kaki yang selalu dibungkus Sepatu berharga jutaan, lantas tiba-tiba telanjang di antara tanah sawah, sambil berteriak lantang aku Pejuang (setidaknya "calon" pejuang) para Petani dan Nelayan.

" Lagu Lama " , dari Negeri Para Pembual...!

No comments:

Post a Comment