Saturday, July 20, 2013

PROVOKATOR YANG SESUNGGUHNYA


 Ketika "Kesantunan" telah Luluh.


Nonton acara Diskusi, Debat, Talkshow, sampai pada acara ILC yg notabenenya tempat berkumpulnya oran-orang elit, manusia berpendidikan sampai budayawan, tak lebih jadi ajang pelajaran Kekerasan, yg meluluhkan tak berartinya kesantunan, nilai nilai luhur masyarakat Timur, dan beradabnya manusia beragama.

Betapa tidak?
Sebuah diskusi yg bertopik, harusnya menjadi ajang yg saling melengkapi, memperkaya wawasan.
Tetapi yg ada tak lebih hanya menjadi media yg saling mencemooh, umbaran amarah, pelampiasan kedengkian, luapan emosi caci mencaci.

Topik pembicaraan jadi kehilangan makna. Permbicaraan jadi liar, saling potong pembicaraan..!
Lantas dimana kesimpulan? Dimana manfaat pengkayaan wawasan ? Hilang sudah makna sebuah Diskusi !

Budayan yg hadir, tak lagi menjadi pencerah dari nurani kemanusiaan, namun larut dalam mimik panas dan bahasa kasar yg tak sarat makna.

Yang bergelar Romo, setiap katanya tak lagi menjadi penyejuk, karena tak terbedakan dengan ucapan kata para demontran.

Yang bergelar tokoh agama, larut dalam kata ucap muka memerah, di dera amarah.

Politisi, para ahli, konon para manusia terdidik, tak lebih para pengotot sesuai kepentingan golongan dan pribadinya.

Nah, payahnya lagi Media TV tsb sama sekali tidak meng cut, momen momen yang tak layak siar itu !

Bahasa kasar, muka penuh amarah, tak mengenal etika, miskin akan kesantunan, miskin budaya luhur ke Timuran, menjadi "tontonan, dan pelajaran kekerasan" yg ditiru oleh masyarakat bawah. !

" Sebenar-benarnya, sesungguh-sungguhnya Provokator Kekerasan adalah mereka, para elit, politisi, budayawan, tokoh agama ( semua agama ), dan Media yg getol membuat acara seperti itu hanya demi angka rating pemirsa ! "

2 comments:

  1. Meujeuh kanggo abi mah kang.
    hatur nuhun..!

    ReplyDelete
  2. hatur nuhun Kang, parantos mampir ka "rumah kata".

    ReplyDelete